RSS

INVESTIGASI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) KERACUNAN MAKANAN DI DUSUN KARANGASEM WETAN, DESA SRIKAYANGAN, KECAMATAN SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

28 Feb

Keracunan makanan merupakan hal yang perlu mendapatkan perhatian dan pemecahan secepat mungkin. Kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan pada umumnya terjadi pada satu keadaan dimana orang secara bersamaan atau hampir bersamaan pada waktu yang sama terpapar dengan jenis makanan atau minuman tertentu.
Pada hari Senin tanggal 9 Pebruari 2009, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo mendapatkan laporan dari Kepala Puskesmas Sentolo II, bahwa pada hari Sabtu tanggal 7 Pebruari 2009 telah terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) dengan dugaan kasus keracunan makanan dari makanan hajatan pesta kenaikan jabatan yang bertempat tinggal di wilayah Dusun Karangasem, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, berdasarkan hasil cek lapangan jumlah tersangka yang dilaporkan saat itu sebanyak 34 orang.
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Petugas Puskesmas Sentolo II, dan BBTKL-PPM Yogyakarta melakukan pelacakan kasus keracunan makanan dan melakukan Penyelidikan Epidemiologi. Dalam Penyelidikan Epidemiologi, ditemukan penderita dengan gejala mual, muntah, kaku perut, demam dan diare. Hasil Investigasi epidemilogi lanjut yang dilakukan oleh Dinkes Kab. Kulon Progo, Puskesmas Sentolo II dan BBTKL-PPM Yogyakarta diperoleh jumlah kasus 34 orang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 17 orang perempuan yang merasakan sakit dan 63 orang yang tidak merasakan sakit.

Tujuan
Mengetahui besarnya masalah KLB keracunan makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga dapat dirumuskan alternatif penanggulangan dan pengendalian.

Analisis Situasi
Desa Srikayangan merupakan salah satu desa yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Sentolo II Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo dengan mata pencaharian sebagian besar adalah petani.
Sarana kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sentolo terdiri dari 2 (dua) Puskesmas Sentolo yaitu Puskesmas Sentulo I dan Puskesmas Sentolo II sedagkan Puskesmas Sentolo I terdapat fasilitas rawat inap.
Kreteria KLB
Ada beberapa kriteria untuk menetapkan suatu kejadian merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) antara lain :
a.Apabila timbulnya suatu penyakit yang sebelumnya tidak pernah ada atau tidak pernah terjadi di suatu daerah
b.Apabila terjadi peningkatan kasus/kesakitan atau kematian minimal dua kali lipat dibandingkan dengan sebelumya.
c.Apabila adanya peningkatan kejadian kasus/kesakitan atau kematian secara terus menerus selama tiga kurun waktu berturut-turut jenis penyakitnya.

Batasan Penyelidikan
1.Wilayah Penyelidikan
Penyelidikan dilakukan di dusun Karangasem Wetan, desa Srikayangan Kecamatan Sentolo, Puskesmas Temon II. Kabupaten Kulon Progo.
2.Jenis Penyelidikan
a.Deskriptif digunakan untuk menggambarkan KLB keracunan makanan
b.Case control study digunakan untuk menganalisa faktor risiko terjadinya keracunan makanan
3.Sasaran Penyelidikan
Sasaran adalah orang-orang yang makan-makanan di hajatan pesta kenaikan jabatan.Penelitian Kasus Kontrol
a. Batasan Kasus:
Seluruh kasus yang dibawa ke Puskemas Sentolo I, Puskesmas Sentolo II dan RS Rizki A. sebanyak 34 orang yang merasakan sakit.
b. Batasan Kontrol
Seluruh kontrol yang dibawa ke Puskemas Sentolo I, Puskesmas Sentolo II dan RS Rizki A. sebanyak 63 orang yang tidak merasakan sakit.
Cara Pengumpulan Data
a. Data primer, diperoleh dari observasi langsung di lokasi, wawancara terbuka dengan pederita dan orang yang membantu menyiapkan makanan dan wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan terhadap kasus dan kontrol.
b. Data sekunder, diperoleh berdasarkan laporan atau catatan Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta petugas yang melakukan pertolongan pertama.

Analisis Data
Analisis data dilakukan secara bivariat dengan menyusun tabel 2 x 2 untuk menghitung OR dan uji kemaknaan statistik yang digunakan adalah uji statistik X2 Mantel Haenzel. Uji statistik tersebut digunakan untuk mengetahui jenis makanan yang menyebabkan keracunan dengan menggunakan program SPPS 13.00.
Hasil Penyelidikan
Dari penyelidikan yang dilakukan diperoleh hasil:
1.Jumlah penderita keracunan makanan ada 97 orang tanpa kasus kematian.
2.Masa inkubasi yang panjang menunjukkan bahwa penyebab keracunan makanan adalah adanya kontaminasi bakteri.
3.Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap contoh uji berupa feses dan muntahan penderita sebelum diberi antibiotika diperoleh adanya bakteri E. coli, Stafilococcus aureus dan Bacillus cereus.
4.Kesimpulan yang dapat ditarik adalah penyebab keracunan makanan adalah toksin yang dikeluarkan oleh bakteri E. coli, Stafilococcus aureus dan Bacillus cereus.

 
 

One response to “INVESTIGASI KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) KERACUNAN MAKANAN DI DUSUN KARANGASEM WETAN, DESA SRIKAYANGAN, KECAMATAN SENTOLO, KABUPATEN KULON PROGO

  1. Sholah

    27/03/2011 at 12:05

    walaupun terbit sudah lama, tetapi baru sekarang dapat bertemu di situs ini.
    Distribusi gejala diantara kasus-kasus yang dicurigai dan perkiraan waktu antara makan di pesta dengan mulai sakit, mungkin dapat memperkuat kesimpulan diagnosis etiologi terjadinya keracunan

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: